Rabu, 15 Oktober 2008

Bekerja Tanpa Rasa Sengsara

Anda merasa sengsara di tempat kerja? Anda merasa berat setiap kali memulai pekan aktivitas rutin Anda pada Hari Senin. Anda merasa tak (lagi) tertantang dan tak nyaman. Atau, inilah yang Anda hadapi: bos yang galak. Apakah sejumlah rekan kerja Anda menyebalkan? Anda merasa apapun yang Anda lakukan dianggap tak pernah cukup. Jika Anda terus bertahan dalam situasi-situasi seperti itu, bisa dipastikan lama-lama Anda akan membenci pekerjaan Anda. Dan, membenci pekerjaan adalah sumber dari kesengsaraan dalam hidup.

Mengapa itu bisa terjadi? Kenali sebab-sebabnya agar Anda bisa menghindari dan mengakhiri kesengsaraan Anda.

1. Terlibat dalam obrolan atau pergaulan dengan orang-orang yang selalu menemukan kesalahan dengan manajemen, dan rekan sekerja. Jika Anda berkubang dalam kesengsaraan, terus-menerus mendengarkan cerita-cerita tentang ketidakbahagiaan dan orang-orang yang mengalami kesulitan jelas tidak akan membantu Anda keluar dari kubangan itu. Ketidakbahagiaan itu menular. Menjauhlah untuk menghindari virus tersebut.

2. Berada dalam lingkungan pekerjaan yang tidak menantang, tidak menggairahkan dan tidak-berpenghargaan. Hari demi hari, tahun ke tahun, Anda tambeng dengan pekerjaan yang sebenarnya tidak memenuhi harapan Anda. Carilah peluang kerja lain; temukan jalan untuk memberdayakan keahlian Anda secara berbeda. Ambillah tes dan konsultasi untuk mengidentifikasi pekerjaan apa yang lebih bisa menggairahkan Anda.

3. Kegagalan dalam mengambil tanggung jawab untuk mengembangkan diri Anda sendiri. Anda tidak bisa menunggu selamanya pada bos yang tidak komunikatif dalam memberi feedback berkaitan dengan peningkatan dan perkembangan (personal dan profesional) Anda. Faktanya, pada sejumlah organisasi, Anda bisa menunggu beberapa tahun untuk penghargaan atau feedback atas kinerja Anda. Mengapa menunggu orang lain? Mengapa tidak mengambil tanggung jawab demi (perkembangan) diri Anda sendiri? Tak seorang pun pernah peduli pada peningkatan dan perkembangan Anda kecuali diri Anda sendiri.

4. Bertahan bekerja di bawah bos yang buruk. Bos yang buruk, baik dia tipe orang yang tak bertanggung jawab atau pun “sekedar” orang yang berkelakuan tak menyenangkan, jarang bisa berubah tanpa adanya kejadian yang luar biasa. Hal (yang luar biasa) itu bisa saja terjadi, tapi sampai kapan Anda akan menunggu sambil terus-menerus mengeluh tentang betapa sengasaranya Anda di tempat kerja?

5. Bekerja pada perusahaan/organisasi yang praktik-praktik bisnisnya tidak Anda sukai. Bekerja untuk perusahaan yang menipu konsumen? Memberi janji-janji palsu pada karyawan? Tinggalkan secepat Anda bisa.

6. Bekerja pada perusahaan yang terus-menerus merugi. Perusahaan yang baik mungkin saja sesekali mengalami kesulitan –ini masih bisa membuat Anda bertahan. Tapi, perusahaan yang secara operasional selalu mendekati kebangkrutan jelas menciutkan optimisme dan antusiasme Anda.

7. Bertahan dalam pekerjaan yang membuat Anda merasa jalan di tempat. Ada beberapa alasan mengapa Anda merasa tak beranjak. Perusahaan tempat Anda bekerja kecil dan tidak berkembang. Anda tak pernah mendapat promosi karena di situ memang minim pendidikan, pengalaman dan kesempatan-kesempatan untuk berkembang. Anda sudah bicara pada bos namun masalah tak bisa diatasi. Jika Anda cukup ambisius dan ingin berkembang, inilah saatnya untuk melangkah ke luar.

8. Anda berusaha menyumbangkan ide-ide untuk meningkatkan kualitas (lingkungan) kerja, tapi tak pernah diwujudkan. Bertahan dalam lingkungan kerja yang gagal merespon saran-saran dari karyawan tentunya membuat Anda juga mempertanyakan nilai saran Anda sendiri. Ini merupakan racun yang menggerogoti kepercayaan diri Anda. Carilah lingkungan kerja yang lebih suportif.

9. Gaji kecil. Untuk urusan yang satu ini, hanya Anda yang mengerti “hitung-hitungannya”. Tanya pada diri Anda sendiri, seberapa layak Anda dibayar? Kalau Anda merasa gaji Anda terlalu kecil untuk kerja yang telah Anda lakukan, Anda punya pilihan.
Read More..

Sabtu, 20 September 2008

Salahkah hidup ini?

kadang aku berpikir
apa gunanya hidup ini
tapi setelah di jalani
untuk apa aku memikirkannya
sudah sekian tahun rasanya aku hidup
tapi tak satu pun yang pernah membuat aku bahagia
kadang aku berpikir apa artinya hidup
tanpa kasih sayang
dari orang yang kita harapkan untuk mencintai kita
tapi justru membenci kita
mungkin ini adalah penantian belaka
dan tak ada ujungnya
baru aku sadari
ternyata lebih enak hidup tanpanya
tanpa ada orang yang selalu menyakiti hati kita
kenapa bisa begitu?
karena setiap aku mengenalnya
tak satupun yang bisa buat aku bahagia
malah yang ada sebuah keterpurukan,
dan penyesalan yang begitu dalam
ibaratnya HIDUP SEGAN MATI TAK MAU
itulah yang aku rasakan selama ini
tidak ada yang istimewa dalam hidupku
yang ada hanyalah penyesalan dan keputusasaan
tidak ada orang yang bisa menghilangkannya
dan tidak juga kau!!!!!
karna untuk sekarang ini
aku begitu benci melihat dan mengenalnya
meski kau Tuhan
itu tidak ada kecualiannya
karena dia yang membuatku ada
dan aku begitu menderita karenanya
aku tau dosanya begitu besar
atas semua yang aku tulis ini
tapi kalau tidak begini
perasaan ini serasa membatu
dan aku hanya ingin seorang yang tau akan hal ini
yaitu kau Tuhan…….
Read More..

Kamis, 14 Agustus 2008

sahabat

      Mempunyai satu sahabat sejati lebih berharga dari seribu teman yang       mementingkan diri sendiri       Apa yang kita alami demi teman kadang-kadang melelahkan dan menjengkelkan,       tetapi itulah yang membuat persahabatan       mempunyai nilai yang indah.       Persahabatan sering menyuguhkan beberapa cobaan, tetapi      persahabatan sejati bisa mengatasi cobaan itu bahkan bertumbuh bersama       karenanya...              Persahabatan tidak terjalin secara otomatis tetapi membutuhkan proses yang       panjang  seperti besi menajamkan besi,       demikianlah sahabat menajamkan sahabatnya..              Persahabatan diwarnai dengan berbagai pengalaman       suka dan duka, dihibur - disakiti, diperhatikan -       dikecewakan, didengar - diabaikan,      dibantu - ditolak, namun semua ini tidak pernah sengaja dilakukan dengan       tujuan kebencian..              Seorang sahabat tidak akan menyembunyikan kesalahan untuk      menghindari perselisihan, justru karena kasihnya ia memberanikan diri       menegur apa adanya.              Sahabat tidak pernah membungkus pukulan dengan ciuman, tetapi menyatakan       apa yang amat menyakitkan dengan tujuan sahabatnya mau berubah.              Proses dari teman menjadi sahabat membutuhkan usaha      pemeliharaan dari kesetiaan, tetapi bukan pada saat kita membutuhkan       bantuan barulah kita memiliki motivasi mencari perhatian, pertolongan dan       pernyataaan kasih dari orang lain, tetapi justru ia berinisiatif       memberikan dan       mewujudkan apa yang dibutuhkan oleh sahabatnya.      Kerinduannya adalah menjadi bagian dari kehidupan sahabatnya, karena tidak       ada persahabatan yang diawali dengan sikap egoistis.              Semua orang pasti membutuhkan sahabat sejati, namun tidak semua orang       berhasil mendapatkannya.      Banyak pula orang yang telah menikmati indahnya persahabatan, namun ada       juga yang begitu hancur karena dikhianati sahabatnya.              Ingatlah kapan terakhir kali anda berada dalam kesulitan. Siapa yang       berada di samping anda ???      Siapa yang mengasihi anda saat anda merasa tidak dicintai ??      Siapa yang ingin bersama anda       saat anda tak bisa memberikan apa-apa ??              MEREKALAH SAHABAT ANDA              Hargai dan peliharalah selalu persahabatan anda       dengan mereka.              ** Dalam masa kejayaan, teman-teman mengenal kita. Dalam      kesengsaraan, kita mengenal teman-teman kita **                      Read More..

Rabu, 23 Juli 2008

Kecewa Sampai Mati

Pada tahun 1975, pengadilan Sacramento memutuskan hukuman penjara kepada John F. Abercombie karena dituduh mencuri daging babi. Abercombie adalah
pensiunan angkatan udara yang sangat berjasa bagi negaranya pada waktu
perang dunia kedua berlangsung, dan ia juga adalah asisten pemimpin
pasukan pengintai patroli jalan raya California. Selain hukuman penjara,
maka pengadilan membebankan ganti rugi padanya untuk membayar uang sebesar
$ 107.000 ke toko yang telah melaporkannya itu. Di usia yang ke 53 tahun
Abercombiae meninggal dunia karena sakit hati yang dalam. Beberapa waktu
kemudian akhirnya pengadilan menemukan bahwa tuduhan dan keputusan yang
diberikan kepada Abercrombie sama sekali salah.

Pengadilan dan para juri sangat menyesal karena kecerobohan mereka.
Teman-temannya mengatakan bahwa karena peristiwa itu, semangat hidup
Abercombie hilang. Hidup Abercombie dipenuhi dengan sakit hati,
kekecewaan, depresesi, kepahitan dan akhirnya meninggal dunia karena serangan jantung.
Tidak sedikit orang yang jatuh sakit, bahkan mati karena terus menerus
menyimpan sakit hati dan kekecewaan di dalam hati mereka. Rasa kecewa
tidak pernah membawa keuntungan bagi orang yang ditumpanginya. Kekecewaan
justru akan menghilangkan semangat hidup dan mengusir ketenangan dalam
hati orang yang ditumpanginya. Orang yang menyakiti anda mungkin tidak
memikirkan apa yang telah diperbuatkan kepada anda, sementara tubuh anda
semakin merana setiap hari karena memikirkan perbuatan orang itu.

Ada 2 hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan rasa sakit hati dan kecewa.
Pertama, jangan berikan tempat di hati anda untuk rasa kecewa yang
berkepanjangan. Biar bagaimanapun anda tetap harus bersikap dan berpikir
positif terhadap orang dan lingkungan sekitar.

Kedua, berhati-hatilah di dalam berbicara dan bertindak. Jangan sampai
kita menjadi penyebab sakit hati bagi orang lain. Jagalah perkataan dan
sikap kita di dalam pergaulan sehari-hari, sebab kekecewaan timbul karena
perkataan, pendapat dan sikap yang salah. Tidak semua orang dapat menerima
perkataan, pendapat atau sikap yang mungkin kita anggap sebagai hal yang
benar atau biasa-biasa saja, karena itu berhati-hatilah.

__________________
Kebebasan bukanlah sesuatu yang menguntungkan jika tidak memberikan
kebebasan untuk melakukan kesalahan (Mahatma Gandhi)
http://aanbudi.wordpress.com

Read More..

Pulang



Tuhanku kuingin Bercerita
Kutunduk bersujud ku kumulai berdoa
Lelahnya jiwaku Beratnya langkahku

Tuhanku kurindu Tawaku yang dulu
kejujuran kebenaran yg dulu kutau
Kemana semua sejauh itukan kusesat sudah
Jawablah semua tanyaku, Jawablah dengan caramu

Tuhan ku ku ingin berkelana kembali mencari jalan kerumah
Bukan disini tempatku bukan mereka yang kucinta
Kali ini ku mengenali arti beberanian
Yang menerbangkanku diatas semua derita dan apa kata dunia
Usai semua sandiwara cukupku berpura-pura sejujurnya hanya dia yang kucinta
Kehatinya aku ingin pulang

Read More..